Peserta didik adalah orang yang yang dianggap belum dewasa dan
memerlukan bimbingan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan tugas-tugasnya
di kehidupan. Dalam hal ini, peserta didik akan dibimbing oleh guru atau
pendidik.
Guru atau
pendidik adalah orang yang
mengajar dan membimbing peserta didik selama pembelajaran di dalam kelas. Menurut
Gundogdu & Silman (2007), guru adalah orang orang yang bekerja di institusi
pendidikan yang memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh kemampuan
kognitif, psikomotrik, dan afektif yang sesuai dengan system pendidikan yang
berlaku. Identitas sebagai guru adalah konstruksi di bidang pendidikan dan guru
telah menerima banyak perhatian dalam pendidikan pengajaran (Dánisa Salinas
& Maximiliano Ayala, 2018).
Salah satu peran guru yaitu bisa dijadikan panutan
bagi peserta didik. Peserta didik sering melihat guru sebagai role model atau panutan yang setara
dengan orang tua (Rose, 2005). Dengan begitu guru diharap memiliki hubungan
baik dengan peserta didik. Hubungan guru dan peserta didik yang kuat dan saling
mendukung dapat meningkatkan rasa aman, rasa saling memiliki, dan pada akhirnya
akan mengarah pada peningkatan prestasi akademik pada peserta didik (Arnon Hershkovitz,
2018).
Hubungan yang baik dapat berlangsung didalam maupun
diluar kegiatan belajar mengajar. Ini termasuk kegiatan seperti memimpin
diskusi solusi untuk masalah matematika, menyelidiki jawaban siswa, meninjau
materi untuk tes sains, mendengarkan dan menilai bacaan lisan siswa, menjelaskan
interpretasi dari puisi, berbicara dengan orang tua, mengevaluasi makalah
siswa, merencanakan, dan menciptakan dan memelihara lingkungan yang tertib dan
mendukung untuk belajar (Deborah Loewenberg Ball & Francesca M. Forzani,
2009). Saat pembelajaran dikelas guru akan mengajarkan materi atau biasa
disebut praktik mengajar. Marais & Meier (2004: 221) mengatakan bahwa
praktik mengajar adalah bentuk yang mewakili berbagai pengalaman guru dan
peserta didik selama pembelajaran dikelas dan disekolah. Jadi keterlibatan
peserta didik selama pembelajaran sangat diperlukan.
Hubungan yang baik juga berawal dari komunikasi yang
baik pula. Komunikasi yang efektif dapat meningkatkan sesuai dengan tingkat
antusiasme instruktur (guru), tingkat stimulus lingkungan kelas, dan penggunaan
pertanyaan yang menantang untuk memicu kemampuan berpikir kritis (ETS, 2013).
Leah Taylor & Jim Parsons mengatakan bahwa
“Student engagement has primarily and historically focused upon increasing
achievement, positive behaviors, and a sense of belonging in students so they
might remain in school.” atau “Keterlibatan peserta didik merupakan hal utama
dan historis yang berfokus pada peningkatan prestasi, perilaku positif, dan
rasa memiliki pada peserta didik sehingga mereka dapat tetap bersekolah”. Hal
itu menunjukkan keterlibatan peserta didik akan berdampak positif. Kerangka
kerja dari keterlibatan peserta didik bertujuan untuk memberi pengalaman pada
peserta didik melalui kegiatan tatap muka di mana peserta didik tinggal serta
belajar, dan interaksi itu dibentuk antara karakteristik peserta didik dan
sekolah (Kahu & Nelson, 2017).
Praktik mengajar merupakan komponen penting
untuk menjadi guru. Ini memberikan pengalaman baik untuk guru maupun peserta
didi dalam lingkungan belajar mengajar yang sesungguhnya (Ngidi & Sibaya,
2003:18; Marais & Meier, 2004:220; Perry, 2004:2).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, A., & Sahak, R. (2009). TEACHER-STUDENT
ATTACHMENT AND TEACHERS’ ATTITUDES TOWARDS WORK. Jurnal Pendidik dan
Pendidikan, 24, 55-72.
Ball, D. L., &
Forzani, F. M. (2009). The Work of Teaching and the Challenge for Teacher
Education. Journal of Teacher Education, 60(5), 497-511.
Hershkovitz, A. (2018).
THE STUDENT-TEACHER RELATIONSHIP IN THE ONE-TO-ONE COMPUTING CLASSROOM. Revista
Páginas de Educación, 11(1), 37-65.
Hussain, N., Nawaz, B.,
Nasir, S., Kiani, N., & Hussain, M. (2013). Positive Teacher-Student
Relationship and Teachers Experience-A Teacher’s Perspective. Global
Journal of Management and Business Research Interdisciplinary, 13(3).
Kahu, E., Nelson, K.,
& Picton, C. (2017). Student interest as a key driver of engagement for
first year students. Student Success, 8(2), 55-66.
Kiggundu, E., &
Nayimuli, S. (2009). Teaching practice: a make or break phase for student
teachers. South African Journal of Education, 29, 345-358.
Paolini, A. (2015).
Enhancing Teaching Effectiveness and Student Learning Outcomes. The Journal
of Effective Teaching, 15(1), 20-33.
Rahayuningsih, D. (2016).
STUDENT TEACHERS’ CHALLENGES IN DEVELOPING TEACHING MATERIALS DURING TEACHING
PRACTICUM IN VOCATIONAL SCHOOL. Journal of English and Education, 4(2),
24-34.
Salinas, D., & Ayala,
M. (2018). EFL Student-Teachers’ Identity Construction: A Case Study in Chile.
HOW, 25(1), 33-49.
Taylor, L., & Parsons,
J. (2011). Improving Student Engagement. Current Issues in Education, 14(1).


